akankah kita berani untuk mengambil langkah maju untuk mengambil kesedihan yang ada?
Di saat cinta menjadi ujung tombak dalam kekecewaan,
akankah kita berbahagia dan mau berbagi dengannya?
Dikala api melanda, apakah kamu mau diam didalamnya?
Apa yang seharusnya manusia lakukan dengan perasaan kaku itu?
Dimana disaat mencinta, seorang pria dan wanita harus berkata
Dan bertindak dalam kesunyian
Kekasaran akan harapan-harapan yang ada
Hanya bisa tertawa dalam airmata yang menetes karena sakit hati
Disaat dia dihadapanmu, tapi tidak mencintaimu
ataukah kamu harus memaksakan kehendakmu itu?
Dan dalam kehalusan malam
Dia memelukmu hangat dalam cinta yang tak terbendung
Dengan kecup indah yang terbang membawa kita bermimpi dan tersenyum
Sangat bangga mencintai dirinya...
Maukah kamu terus mencintainya?
by: Lingkan Bella
date: Sunday, October 19, 2008 at 11:06am

No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.